Monday, May 25

Berburu sunrise di Bromo

Jam 23.30 alarm sudah nyaring ngebangunin, kita langsung ganti baju siap-siap jalan ke Bromo, karena pasti setengah jam lagi travel akan datang buat jemput. Jam 00.00 jemputan sudah stand by di lobby, dengan avanza kita menuju satu posko Jeep di daerah Desa Tumpang. Pak Laman, sang pemilik 4 unit jeep yang jadi pemandu kita malam itu.

Dari Hotel Ollino Garden Malang menuju desa tumpang yang berjarak 15km, ditempuh dengan 25 menit aja. Setelah berganti Jeep, perjalanan dilanjutkan kembali menuju Bromo. Melewati Gubukklakah, Ngadas dan desa Poncokusumo total 1.5 jam perjalanan dari Tumpang sampai di Posko Penanjakan.

Jam 03.00 dinihari kita sudah sampai di Pananjakan, sempet mampir dulu sebentar di warung kopi. Memesan teh panas dan kopi tubruk, sambil menyesuaikan suhu tubuh.

Bromo
Di Pananjakan, ternyata sudah penuh orang, padahal baru jam 03.20, untungnya masih dapet spot kosong persis di pagar dengan view gunung Batok.

Jam 03.20 saat penantian sunrise di Pananjakan
Udara dan angin dingin nya bener-bener menggigit sampai ke tulang. Berlapis-lapis baju dan jaket yang dipake rasanya masih kurang. Detik-detik sunrise ternyata banyak dimanfaatin orang-orang dengan foto menggunakan  ipad, tab dan tongsis. Hampir nggak terlihat kecuali tangan-tangan para pemotret.

Sunrise yang terhalang tongsis, ipad dan segala macam gadget lainnya
Setelah matahari muncul dan mulai menghangat, baru terlihat cantiknya Gunung Bromo - Gunung Semeru dan Gunung Batok nya. Momen ini yang nggak bisa diungkapkan. Cantik banget...

View gunung Bromo dan gunung Batok

Puas mengambil foto-foto dengan view gunung batok, kita dibawa Pak Laman untuk turun ke pasir berbisik, muter di padang savanna dan bukit teletubbies.

Pasir Berbisik
Untuk menghemat waktu, kita sepakat sewa kuda dari parkiran jeep sampai ke tangga kawah bromo. Entah kemahalan atau memang harga sewa nya segitu, Rp.125.000 untuk satu kuda dan kita sewa 5 kuda. Heheuu...(^_^)

Disini dinamakan pasir berbisik, karena ketika hembusan angin kencang menyapu lautan pasir, seperti bisikan-bisikan tipis yang kita dengar.






Padang Savanna dan Bukit Teletubbies
Di padang savanna dan bukit teletubbies, view nya cantik banget dengan warna bukit yang hijau kontras dengan rumput yang sebagian sudah menguning.

Bukit Teletubbies ini sebenernya adalah padang savanna yang dikelilingi oleh deretan perbukitan. Cuma karena kontur nya berbukit seperti di film Teletubbies, jadilah dinamakan Bukit Teletubbies.



Padahal baru jam 09.00an tapi matahari nya sudah menyengat, walaupun angin yang berhembus masih terasa dingin. Memang nggak ada puas nya disini, rasanya pengen berlama-lama.
Bromo memang memberikan paket keindahan yang luar biasa. Dari mulai "magical sunrise" nya, deretan gunung Bromo-Semeru-Batok, langit nya yang biru juga padang savanna dan bukit teletubbies yang ber-gradasi cantiknya.

Tapi perut sudah minta diisi tanda lapar melanda. Dan mengingat perjalanan balik lagi ke Malang yang kurang lebih 2 jam, mau gak mau harus pamitan sama si cantik Bromo..

Insya Allah kita balik lagi kesini, hanya untuk puas-puasin mandangin hijau dan biru nya langit mu.

"Indonesia itu Indah"


*semua photo kita berdua yang capture, menggunakan kamera Canon 600D dan kamera olympus EP5*

No comments:

Post a Comment