Monday, May 25

Short trip ke Banyuwangi - part 2

Taman Nasional Baluran - the African van Java


Setelah turun dari Ijen, perjalanan ke Baluran hanya menempuh jarak 2.5jam. Selama perjalanan, kita bedua cuma tidur aja di mobil. Bangun hanya untuk mampir sarapan Nasi Tempong, makanan khas Banyuwangi, bersih-bersih seadanya untuk cuci muka dan ganti baju. Karna baju yang kita pake bekas naik ke Ijen udah bau belerang dan kotor bekas duduk-duduk di tanah. 

Nasi Tempong, makanan khas Banyuwangi.
Nasi Tempong itu isinya nasi putih, ayam goreng kunyit, atau ayam bakar, tahu-tempe goreng, dengan perkedel jagung dan ikan asin. Lalapan dan sambal. Sambalnya dibuat seperti sambal plecing kangkung. Seger dengan irisan tomat.

Harga satu porsi nasi tempong dengan ayam goreng Rp.12.000. Dengan nasi yang pulen dan porsi besar. Alhamdulillah nikmat banget sarapan kita kali ini..


Kelar makan nasi tempong, perjalanan dilanjutkan lagi ke Taman Nasional Baluran. Setelah melewati daerah Banyuputih - Situbondo, masuk lah kita ke jalan bebatuan, dengan aspal tipis yang cukup untuk 2 mobil. Dari pintu utama kita menuju loket atau posko Baluran dan dengan modal retribusi Rp.7,500 (untuk domestik dan hari  libur) Pluss Rp.15.000 untuk kendaraan roda 4, kita masih harus menempuh jarak 14kiloan. Sepanjang jalan dari pintu masuk, yang terlihat cuma hutan jati dan jalanan yang rusak. Boleh dibilang 80% jalan rusak, 20% nya lagi aspal tipis. Satu jam dari pintu masuk ke Savanna Bekol. Buat yang tidak membawa kendaraan sendiri, ada penyewaan mobil di posko depan atau penyewaan motor.

Cuaca siang itu sangat terik, dengan angin kering nya, tapi begitu sampai di Savanna Bekol, pemandangan nya luar biasa indahnya. Langsung kebayang kalau kesini lagi di musim kemarau, pasti African van Java nya kerasa banget.







Luar biasa indahnya kota Banyuwangi ini. Savanna Bekol, gunung Baluran. seolah menjadi satu framing yang cantik sekali. view diambil dari menara pandang 
Background Gunung Baluran


Kerbau Jawa yang habis berendem lumpur
Di Savanna Bekol ini selain hamparan savanna yang menghijau, ada beberapa hewan yang berkeliaran. Kerbau jawa, rusa, monyet, ayam hutan, burung merak dan kabarnya ada macan juga, yang biasa turun gunung baluran pada malam hari untuk cari mangsa.
Sayangnya pada saat kita disana, hanya rusa dan kerbau jawa aja yang lagi berkeliaran. Mungkin kalau musim kemarau kesini, kita bisa liat pertarungan antara rusa atau ayam hutan yang lagi cari makan. Mudah-mudahan bisa kesini lagi yaa...

Di Savanna Bekol, ada menara pandang yang fungsi nya untuk para penjaga hutan yang akan mengawasi wilayah Taman Nasional Baluran, tapi pengunjung diperbolehkan naik sampai ke atas menara, untuk motret atau sekedar memandang hijaunya savanna.

Kelar naik ke menara pandang, kita memutuskan jalan lagi, masih di sekitaran Baluran. Ke Pantai Bama, yang jaraknya cuma 3 kilo dari Savanna Bekol. Pantai Bama merupakan ujung dari wilayah Baluran. Memasuki pantai Bama, kita disambut dengan beberapa monyet dan puluhan pohon kelapa yang rindang. Pantainya berpasir putih dan garis nya tidak begitu panjang, selebihnya dikelilingi oleh hutan mangrove. Kuperhatikan pantai bama ini tenang, hampir tidak terdengar deburan ombak.


Jembatan di hutan mangrove
Pantai Bama yang tenang

Setelah puas berkeliling hutan mangrove, nggak kerasa sudah jam 14.00 siang. Perut mulai berasa lapar lagi, waktunya buat cari makan siang. Ternyata makan siang kita sudah di provide sama mas riko. Jadi tinggal cari tempat mojok dan siap buka lunch box.

Alhamdulilllah makan siang nya enak dan ngenyangin. Saat nya kembali lagi ke Surabaya. Tadinya masih berniat menunggu sore, supaya bisa ngeliat cantik nya lampu-lampu di Paiton. Tapi takut semakin malam sampai di Surabaya, makanya kita mutusin langsung balik aja toh perjalanan bisa memakan waktu 6-7 jam lagi.

Selama di mobil, kita bedua lagi-lagi tidur, melek cuma buat ngemil kacang-kacangan, sambil sesekali ngeliat pantai pasir putih di Situbondo.
Memasuki kota Surabaya jam 10.00 dan masih harus nyari Hotel Midtwon Express di jalan Kusuma Bangsa. Setelah nyasar 2 kali di jalan toll, dan muter-muter mengandalkan waze, akhirnya nyampe dan check in hotel juga..
Alhamdulillah trip kali ini menyenangkan, walaupun capek dan pegel-pegel. Bersyukur, masih dikasih kesempatan buat ngeliat keindahan alam negeri sendiri.

Mudah-mudahan ada rezeki lagi buat datang saat musim kemarau yaa...

No comments:

Post a Comment